Pak Camat membelikan sebuah HP utk Kadesnya yg rumahnya palin jauh di peloksok pegunungan.
Suatu hari Pak Camat menelpon Pak Kades itu. Dgn ter-gopoh2 Pak Kades bergegas ke rumah Pak Camat.
Camat: "Lho.. knp HPnya gak di angkat?? Koq malah kamu datang ke sini?? Saya belikan HP buatmu utk apa??..
Kades : "Lha wong di layar tertulis 'PAK CAMAT MEMANGGIL', ya saya langsung ke sini. Coba kalo tulisannya 'PAK CAMAT MENELEPON', pasti saya angkat, Pak.."
Camat: ~!@#$%^&*()_+???
Welehdelehhh....
baca selanjutnya
Sabtu, 19 Januari 2013
Jumat, 18 Januari 2013
TK Nurul Yasin Mewarnai di Mc Donald Ramayana Cilegon
WANITA SELALU MENGEMBALIKAN YANG LEBIH UNTUK PRIA
Jika kamu memberinya rumah, maka ia akan memberimu kehangatan dalam rumahmu.
Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.
Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.
Tapi jika kau memberinya PENGKHIANATAN, ia akan memberimu doa dalam air mata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu utk berjuta KEMALANGAN!
Jika kamu berdoa dan kamu yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik.
Yang terbaik dari ALLAH bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalu mu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu.
Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.
Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu. Ia yang mengingatkanmu akan ALLAH.
Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu.
Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam doanya baca selanjutnya
Jika kamu memberinya beras, ia akan mengembalikan nasi untukmu.
Jika kamu memberinya CINTA, ia akan memberimu pengabdian seumur hidupnya.
Tapi jika kau memberinya PENGKHIANATAN, ia akan memberimu doa dalam air mata kepedihannya, dan itu berarti siapkan dirimu utk berjuta KEMALANGAN!
Jika kamu berdoa dan kamu yakin bahwa dialah tulang rusukmu, maka terimalah dia bukan sebagai wanita yang sempurna, melainkan sebagai wanita yang terbaik.
Yang terbaik dari ALLAH bukanlah dia yang tidak pernah berbuat salah, tapi dia yang selalu berkata maaf untuk setiap kesalahannya dan ia yang punya sejuta maaf untuk kesalahanmu.
Ia yang menerima masa lalu mu dan yang siap merancangkan masa depannya bersamamu.
Ia yang selalu cemas dan hilang akal ketika kamu tak memberinya kabar.
Ia yang bisa memberimu dampak positif dalam hidupmu. Ia yang mengingatkanmu akan ALLAH.
Ia yang mengajakmu bersyukur saat kegagalan menghampiri hidupmu.
Ia yang tidak pernah lupa menyebutmu dalam doanya baca selanjutnya
RENUNGAN YANG MENGHARUKAN
i sudut pasar Madinah Al Munawarah, ada
seorang Yahudi yang buta. Hari demi hari apabila ada orang yang
mendekatinya ia selalu berkata:
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian akan di pengaruhinya.
Hampir setiap pagi, Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah katapun Rasul menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
Rasulullah SAW melakukan hal itu hingga beliau menjelang wafat. Setelah Rasulullah wafat, tak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi dan yang menyuapi orang Yahudi yang buta itu.
Suatu hari Abu Bakar ra berkunjung ke rumah anaknya (Aisyah). Beliau bertanya kepada Aisyah: Anakku, adakah sunnah Rasul yang belum aku kerjakan? . Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya: Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah saja. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja, ucap Aisyah.
Apakah itu? Tanya Abu Bakar. Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana, jawab Aisyah.
Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, tiba-tiba pengemis itu marah sambil berteriak: Siapa kamu!!! Abu Bakar menjawab: Aku orang yang biasa. Bukan!!! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. sahut pengemis buta itu.
Lalu pengemis itu melanjutkan bicaranya: Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu, baru setelah itu ia berikan makanan itu kepadaku.
Abu Bakar yang mendengar jawaban orang buta itu kemudian menangis sambil berkata: Aku memang bukan yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad, Rasulullah SAW.
Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, pengemis itu pun menangis dan kemudian berkata Benarkah demikian?,tanya pengemis, kepalanya tertunduk dan air matanya mulai menetes.
Selama ini aku selalu menghinanya dan memfitnahnya,lanjutnya. Tetapi ia tidak pernah marah kepadaku, sedikitpun!,ucap sang pengemis Yahudi sambil menangis terisak.
Ia selalu mendatangiku, sambil menyuapiku dengan cara yang sangat lemah lembut sambil menahan kesedihan namun akhirnya dia pun menangis. Lalu ditengah tangisannya, sang pengemis Yahudi itupun berteriak, Ia begitu mulia Ia begitu mulia!!! sambil mendongakkan kepalanya kearah langit biru. Kedua tangannya dibuka lebar seperti berdoa, dan kemudian kembali duduk simpuh.
Spontan, mereka berpelukan. Mereka berdua larut dalam tangisan. Tangisan kehilangan seseorang yang paling mulia sepanjang masa. Lalu sesaat mereka terdiam, kemudian pengemis Yahudi buta itu meminta kepada Abu Bakar untuk menuntunnya bersyahadat.
Pengemis itupun bersyahadat bersyahadat dihadapan Abu Bakar. Jadilah pengemis itu seorang muslim yang berserah diri kepada Allah SWT.
Subhanallah...
baca selanjutnya
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian akan di pengaruhinya.
Hampir setiap pagi, Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah katapun Rasul menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
Rasulullah SAW melakukan hal itu hingga beliau menjelang wafat. Setelah Rasulullah wafat, tak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi dan yang menyuapi orang Yahudi yang buta itu.
Suatu hari Abu Bakar ra berkunjung ke rumah anaknya (Aisyah). Beliau bertanya kepada Aisyah: Anakku, adakah sunnah Rasul yang belum aku kerjakan? . Aisyah menjawab pertanyaan ayahnya: Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah saja. Hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja, ucap Aisyah.
Apakah itu? Tanya Abu Bakar. Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana, jawab Aisyah.
Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, tiba-tiba pengemis itu marah sambil berteriak: Siapa kamu!!! Abu Bakar menjawab: Aku orang yang biasa. Bukan!!! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. sahut pengemis buta itu.
Lalu pengemis itu melanjutkan bicaranya: Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu, baru setelah itu ia berikan makanan itu kepadaku.
Abu Bakar yang mendengar jawaban orang buta itu kemudian menangis sambil berkata: Aku memang bukan yang biasa datang kepadamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad, Rasulullah SAW.
Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, pengemis itu pun menangis dan kemudian berkata Benarkah demikian?,tanya pengemis, kepalanya tertunduk dan air matanya mulai menetes.
Selama ini aku selalu menghinanya dan memfitnahnya,lanjutnya. Tetapi ia tidak pernah marah kepadaku, sedikitpun!,ucap sang pengemis Yahudi sambil menangis terisak.
Ia selalu mendatangiku, sambil menyuapiku dengan cara yang sangat lemah lembut sambil menahan kesedihan namun akhirnya dia pun menangis. Lalu ditengah tangisannya, sang pengemis Yahudi itupun berteriak, Ia begitu mulia Ia begitu mulia!!! sambil mendongakkan kepalanya kearah langit biru. Kedua tangannya dibuka lebar seperti berdoa, dan kemudian kembali duduk simpuh.
Spontan, mereka berpelukan. Mereka berdua larut dalam tangisan. Tangisan kehilangan seseorang yang paling mulia sepanjang masa. Lalu sesaat mereka terdiam, kemudian pengemis Yahudi buta itu meminta kepada Abu Bakar untuk menuntunnya bersyahadat.
Pengemis itupun bersyahadat bersyahadat dihadapan Abu Bakar. Jadilah pengemis itu seorang muslim yang berserah diri kepada Allah SWT.
Subhanallah...
baca selanjutnya
Guyon: USTADZ vs HANTU
Seorang ustadz di datangkan oleh warga untuk mengusir hantu yg ada di rumah kosong di sekitaran perumahan warga tersebut. Dikatakan ada 10 hantu yg suka mengganggu warga yg lewat, dan ustadz tersebut pun membenarkan bahwa di rumah kosong tersebut ada 10 hantu....
Tanpa banyak bicara ustadz tersebut langsung memejamkan mata sambil komat kamit membaca "mantra-mantra". Setelah selesai ustadz tersebut membuka matanya dan alhasil 9 hantu itu pun kabur, dan tinggal satu lagi yg tersisa.
Ustadz itu pun kembali membaca mantra sampe 2 kali hantu itu tetap tidak ketakutan sama sekali..
Tiba2 9 hantu yg udah pergi itu balik lagi sambil ngomong, "MAAF PAK USTADZ, YG SATU INI EMANG BUDEK.." baca selanjutnya
Guyon: KYAI vs PRAMUGARI
Seorang Kyai sedang berada di dalam
sebuah kapal terbang untuk ke luar negeri. Apabila tiba waktu solat, dia pun ke
ke kamar mandi untuk berwudhu. Oleh kerana kamar mandi di dalam kapal terbang
terlalu kecil, maka beliau terpaksa membuka pintu kamar mandi itu ketika
berwudhu. Tatkala beliau mengangkat salah satu dari kakinya ke westafel (tempat
cuci tangan), seorang peramugari yang
melihat perbuatan Kyai itu dan menegurnya.
Peramugari: (dengan suara dikeraskan..) "Tuan tidak boleh memasukkan kaki ke dalam westafel itu, sebab nanti akan mengotorkan westafel. Ini tempat basuh muka bukan basuh kaki."
Kyai: (dengan suara lembut dan penuh rendah diri...) "Berapa kali saudari mencuci muka saudari dalam satu hari?"
Peramugari: (dengan sifat angkuh...) "Biasannya sekali atau dua kali dalam sehari."
Kyai: (dengan sifat bersahaja....) "Saya mencuci kaki saya lima kali dalam sehari, bererti kaki saya lebih bersih dari muka saudari....."
baca selanjutnya
Peramugari: (dengan suara dikeraskan..) "Tuan tidak boleh memasukkan kaki ke dalam westafel itu, sebab nanti akan mengotorkan westafel. Ini tempat basuh muka bukan basuh kaki."
Kyai: (dengan suara lembut dan penuh rendah diri...) "Berapa kali saudari mencuci muka saudari dalam satu hari?"
Peramugari: (dengan sifat angkuh...) "Biasannya sekali atau dua kali dalam sehari."
Kyai: (dengan sifat bersahaja....) "Saya mencuci kaki saya lima kali dalam sehari, bererti kaki saya lebih bersih dari muka saudari....."
Guyon: HURUF AWALNYA T SEMUA
Tatkala Temperatur Terik Terbakar
Terus, Tukang Tempe Tetap Tabah,
"Tempe-tempe" , Teriaknya.
Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu,
Tak Terima Tersaingi Terpaksa Tukang Tahu Teriak Tambah Tinggi, "Tahu...Tahu...Tahu...!"
Terdengar Teriakan Tukang Tahu Terhadap Tukang Tempe. Tukang Tempe Teriak Tanggapi Tukang Tahu
"Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe.
Tukang Tahu Tak Terima, "Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek... !"
Tukang Tempe Tertegun,Terdiam, Terhenyak Terhadap Tindakan Tukang Tahu. Tak Terima Tempenya Terhina, Tamparan Telak Tukang Tempe Terhadap Tukang Tahu, "Teplakkk!" Tamparan Tukang Tempe Tepat Terkena Tukang Tahu.
Tapi Tukang Tahu Tak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe.
Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.
Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, "Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu.
Tiba-Tiba, Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu, Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya,
Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak Titit Tukang Tahu.
Tukang Tahu Terjatuh Terjerembab. "Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi.
Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, " Tempe .. Tempe .. Tempe..
Tapi Terdengar Tembakan...Teretetetetetetetet etetetetetetetetet!!!.
Tukang Tempepun Tertembak
Tukang Tahu...Tukang Tahupun Tertawa Terbahakbahak...
Tralalala....
"Tempe-tempe" , Teriaknya.
Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu,
Tak Terima Tersaingi Terpaksa Tukang Tahu Teriak Tambah Tinggi, "Tahu...Tahu...Tahu...!"
Terdengar Teriakan Tukang Tahu Terhadap Tukang Tempe. Tukang Tempe Teriak Tanggapi Tukang Tahu
"Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe.
Tukang Tahu Tak Terima, "Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek... !"
Tukang Tempe Tertegun,Terdiam, Terhenyak Terhadap Tindakan Tukang Tahu. Tak Terima Tempenya Terhina, Tamparan Telak Tukang Tempe Terhadap Tukang Tahu, "Teplakkk!" Tamparan Tukang Tempe Tepat Terkena Tukang Tahu.
Tapi Tukang Tahu Tak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe.
Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.
Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, "Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu.
Tiba-Tiba, Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu, Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya,
Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak Titit Tukang Tahu.
Tukang Tahu Terjatuh Terjerembab. "Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi.
Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, " Tempe .. Tempe .. Tempe..
Tapi Terdengar Tembakan...Teretetetetetetetet
Tukang Tahu...Tukang Tahupun Tertawa Terbahakbahak...
Tralalala....
Langganan:
Postingan (Atom)